Seputar Peradilan
Wakil Ketua : Awas! Dosa-Dosa Yang Menghapus Pahala Puasa
www.pa-manna.go.id | Kembali, bertempat di Musholah Baitul ’Adl dilaksanakan rangkaian kegiatan Ramadhan 1445 Hijriyah Pengadilan Agama Manna yaitu sholat dzuhur berjamaah, kultum dan taddarus Al-Qur’an. Sebagaimana jadwal sholat Pukul 12.21 WIB dilaksanakan sholat dzuhur yang diimami oleh Panitera Pengganti PTA Bengkulu yang diperbantukan di PA Manna Sahrun, S.Ag.

Wakil Ketua PA Manna Marlina, S.H.I., M.H yang mendapat giliran menyampaikan cerama agama (kultum) pada hari Rabu, 14 Maret 2024. Dalam kesempatan ini beliau mengambil tema: Dosa-Dosa Yang Menghapus Pahala Puasa. Dengan dihadiri oleh seluruh jamaah musholah beliau mulai menyampaikan dengan sebuah hadits.
“Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw. bersabda : Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu : berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang)lain jenis) dengan syahwat”.
Wakil Ketua menyampaikan diawal-awal kultumnya bahwa memang goal dari berpuasa adalah menjadi orang-orang yang bertakwa sebagaimana perintah puasa dalam QS. Al-Baqarah ayat 183. Tetapi untuk menjadi takwa tersebut memang harus bersungguh-sungguh dalam menjalana perintah dan menjauhi larang Allah Taála.
Berdasarkan hadits diatas, beliau menjelaskan salah satu bentuk menjauhi larangan Allah adalah dengan memperhatikan dosa-dosa yang perlu dijauhi selama menjalankan ibadah puasa agar pahala puasa yang diharapkan tidak sia-sia. Dan pada kesempatan ini, beliau menyebutkan dan menjabarkan beserta contohnya 2 dari 5 dosa yang menghapus pahala puasa sebagaimana hadis tersebut.
Pertama, Al-Kadzib (Berdusta/berbohong) yang merupakan perkara yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari. Namun disini beliau juga menjelaskan mana perbuatan berbohong yang dibolehkan oleh syariat atau tidak. Kedua, Al-Ghibah (menggunjing/Gosip) ini juga dosa yang harus dihindari selama puasa, perbuatan ini tidak hanya dilakukan oleh wanita saja (sebagaimana lazim orang menyebutnya) tetapi juga kaum laki-laki, karena perubuatan ini tidak mengenal gender.
Diakhir-akhir kultumnya beliau sempat memberikan pesan bahwa jangan jadikan puasa kita sia-sia sebab melakukan dosa-dosa tersebut (berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang lain jenis dengan syahwat). Semoga ibadah puasa kita mendapatkan ganjaran pahala yang sesuai dan menjadi muttaqin. (Kim)

